Grand TOD Pertama di Barat Jakarta: Hidup Tanpa Macet dengan Integrasi Transportasi Terbaik

Grand TOD Pertama di Barat Jakarta: Hidup Tanpa Macet dengan Integrasi Transportasi Terbaik

Mengenal Konsep TOD: Inovasi Infrastruktur Transportasi Modern

Transit-Oriented Development (TOD) merupakan sebuah manifestasi atas paradigma baru dalam tata kelola ruang kota yang memusatkan hunian, area komersial, dan ruang publik di sekitar simpul transportasi massal.

Di Indonesia, implementasi TOD menjadi krusial sebab memiliki implikasi hukum dan administratif yang kuat, khususnya dalam aspek pemanfaatan ruang.

Adakah Regulasi Khusus tentang TOD?

Secara regulasi, pengembangan kawasan berbasis transit ini telah memiliki landasan normatif yang jelas melalui:

  1. Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nomor 16 Tahun 2017,
  2. Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 50 Tahun 2021.

Aturan-aturan ini memberikan kerangka bagi pengembang untuk menciptakan hunian yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan urbanisasi yang kerap memicu kemacetan serta polusi di wilayah perkotaan.

Sebagai solusi atas permasalahan mobilitas, TOD menawarkan efisiensi dengan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Konsep ini mendorong terciptanya kawasan yang ramah pedestrian, menggenjot nilai properti, dan menciptakan ekosistem yang lebih berkualitas.

TOD: Solusi Rumah dan Tempat Kerja Jauh?

Pernahkah Anda merasa bahwa jarak tempuh yang jauh antara tempat tinggal dan kantor adalah masalah yang cukup pelik? Hal ini merupakan pemicu gangguan kesehatan mental, loh!

Menghabiskan waktu berjam-jam di jalanan setiap hari, terbukti berpotensi meningkatkan kadar hormon stres dan memicu kelelahan fisik berlebihan.

Akibatnya, energi sudah terkuras habis bahkan sebelum Anda mulai bekerja di kantor, yang pada akhirnya mengurangi kualitas waktu berharga bersama keluarga.

Solusi paling efektif untuk meredam problematika ini adalah beralih ke moda transportasi massal yang efisien.

Menggunakan layanan KRL memungkinkan Anda untuk beristirahat, membaca, atau sekadar relaksasi sejenak selama perjalanan tanpa perlu tertekan mengemudi di tengah kemacetan.

Konsep Transit Oriented Development (TOD) terintegrasi langsung dengan simpul transportasi publik bisa jadi solusi terbaik. Dengan durasi perjalanan singkat, beban mobilitas harian berkurang drastis.

Implementasi Grand TOD di Kota Podomoro Tenjo

Inovatif! Digadang menjadi township di barat Jakarta, Kota Podomoro Tenjo mengaplikasikan konsep Grand TOD sebagai jantung konektivitas kawasan.

Infrastruktur ini mengintegrasikan area residensial langsung dengan simpul transportasi publik. Beberapa keunggulan TOD di kawasan ini meliputi:

  1. Integrasi Jalur KRL
    Kawasan ini terhubung langsung dengan jaringan KRL Commuter Line melalui Stasiun Tenjo dan Stasiun Tigaraksa yang berjarak hanya sekitar ±1 km.
  2. Kemudahan Akses Pejalan Kaki
    Tersedianya fasilitas bagi pejalan kaki serta layanan shuttle internal yang menghubungkan hunian menuju stasiun, sehingga mobilitas menjadi lebih sehat dan ramah lingkungan.
  3. Koneksi Cepat ke Pusat Kota
    Melalui sistem terintegrasi ini, penghuni dapat mencapai Tanah Abang (Jakarta) hanya dalam ±40 menit dan Serpong dalam ±20 menit.

Sinergi hunian modern dan infrastruktur transportasi yang mapan, membuat Podomoro Tenjo menjadi kota mandiri yang tetap memberikan aksesibilitas mudah ke berbagai destinasi strategis di ibu kota.

Jalur KRL Podomoro Tenjo ke Pusat Jakarta, Ini Estimasinya!

Kota Podomoro Tenjo berlokasi di Jl. Raya Jasinga Tenjo No.9, Singabraja, Kecamatan Tenjo, Bogor, Jawa Barat 16370.

Kawasan ini berada di titik strategis barat Jabodetabek dengan akses transportasi publik dan jalan tol yang saling terintegrasi, sehingga mobilitas ke Jakarta maupun Tangerang dapat ditempuh secara efisien.

Akses KRL Commuter Line: Cepat & Praktis

Podomoro Tenjo berada di jalur KRL Commuter Line Jakarta-Rangkasbitung dan dekat dengan Stasiun Tenjo serta Stasiun Tigaraksa (±1 km dari TOD Kota Podomoro Tenjo dan posisi klaster).

Dari sini, komuter dapat menjangkau pusat-pusat aktivitas tanpa perlu transit berulang.

  • Tenjo/ Tigaraksa > Serpong
    ±20–25 menit (±6 stasiun)
  • Tenjo/ Tigaraksa > Tanah Abang (Jakarta)
    ±40 menit (±15 stasiun, langsung)
  • Tenjo/ Tigaraksa > Jurang Mangu (Bintaro)
    ±40 menit

Waktu tempuh ini membantu untuk lebih hemat biaya, dan mengurangi lelah akibat macet. Benar kan?

Akses Jalan & Tol: Fleksibel ke Tangerang dan Sekitarnya

Selain KRL, kawasan Kota Podomoro Tenjo juga diuntungkan oleh konektivitas jalan yang baik.

Kawasan ini terhubung dengan Tol Serpong-Balaraja yang tentu memudahkan perjalanan ke BSD City, Serpong, hingga Tangerang.

Akses ke Bandara Soekarno-Hatta dapat ditempuh melalui Tol Jakarta-Merak dengan estimasi sekitar ±60 menit (tergantung kondisi lalu lintas).

Sedangkan Pintu Tol Cileles yang berjarak ±2 km dari kawasan turut memperkuat akses transportasi sehingga lebih efisien.

TujuanModaEstimasi WaktuKeterangan
SerpongKRL±20-25 menitJalur Jakarta-Rangkasbitung
Jakarta (Tanah Abang)KRL±40 menitLangsung, ±15 stasiun
Bintaro (Jurang Mangu)KRL±40 menitTanpa transit
BSD CityMobil/ KRL±30-40 menitVia Tol/ KRL
TangerangMobil/ KRL±45 menitTerhubung tol & KRL
Bandara Soekarno-HattaMobil±60 menitVia Tol Jakarta-Merak
Stasiun Tenjo/TigaraksaJalan kaki/ Shuttle±5-10 menit±1 km*

*Jarak menyesuaikan posisi klaster.

Dengan adanya akses KRL langsung ke pusat Jakarta dan akses tol ke Tangerang, kawasan ini menyuguhkan kemudahan mobilitas yang efisien, baik untuk kebutuhan kerja maupun aktivitas harian.

Bagaimana? Apakah Anda Ingin merasakan efisiensi hidup di kawasan Podomoro Tenjo dengan keunggulan infrastruktur TOD-nya?

Segera jadwalkan kunjungan Anda ke Marketing Gallery kami atau hubungi Admin Marketing Podomoro Tenjo untuk dapatkan informasi penting dan promo yang menarik!

Kami siap melayani

Tim kami akan memandu anda dan menemani saat Visit Lokasi Rumah